Categories
Agribisnis

Percepat Swasembada Bawang Putih

Di samping menstabilkan pasokan cabai dan bawang merah, pemerintah juga berambisi mewujudkan swasembada bawang putih pada 2019. Indonesia mengimpor 95% bawang putih untuk kebutuhan nasional. Dari total 95% impor tersebut, 98%-nya berasal dari China.

Tiap tahun, Indonesia membutuhkan pasokan bawang putih sebanyak 480 ribu-500 ribu ton. Dan China, memasok kebutuhan bawang putih untuk Indonesia sekitar 450 ribu ton pertahun. Saat ini, produksi bawang putih lokal baru mencapai 20 ribu ton dari total lahan seluas 2.200 ha.

Sisanya, harus impor. “Kalau produksi di China bermasalah gimana? Ketersediaan bawang putih kita juga pasti terganggu,” papar Prihasto Setyanto saat diwawancara AGRINA di kantornya (3/1). Padahal Indonesia pernah meraih masa keemasan dengan swasembada bawang putih pada 1995.

Namun karena ada banjir impor, harga jatuh, lama-kelamaan petani bawang putih kehilangan semangat untuk bertanam. Karena itu Kementan ingin membangkitkan kembali pertanian bawang putih. Mentan Andi Amran Sulaiman mencanangkan target swasembada bawang putih berkelanjutan cukup ambisius yang diharapkan tercapai pada 2019.

Bukan hal mudah untuk mencapai target tersebut. Tapi, juga bukan berarti tidak mungkin. “Dibilang terlalu optimis sih tidak juga karena kita mampu,” tandas Prihasto. Pihaknya sudah mulai seleksi benihbenih bawang putih yang unggul dan cocok untuk ditanam di Indonesia.

Kandidat kuat yang cocok untuk benih adalah jenis GBL dari Taiwan. Setelah diuji DNA, lanjut dia, hasilnya cocok seperti jenis Sangga Sembalun milik Indonesia. Sejauh ini, sudah ada penanaman bawang putih di lahan seluas 1.720 ha.

Prihasto memprediksi akan ada panen pada Maret 2018. “Nanti itu kita dorminasi (simpan) untuk tanam Oktober hingga Desember,” sambung jebolan Universitas Brawijaya itu. Untuk 2018, sambungnya, Kementan menargetkan penanaman bawang putih seluas 20 ribu ha di seluruh wilayah Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *